Kamis, 23 Desember 2010

Lintah, Atasi Darah Tinggi, Bisul, dan Tingkatkan Vitalitas

Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar tentang lintah atau pacet. Hewan 
ini memang sering dikonotasikan sebagai vampire karena gemar mengisap darah. 
Namun, beberapa tahun belakangan ini lintah justru digunakan sebagai terapi 
pengobatan. Salah satunya untuk mengatasi hipertensi.

Lintah atau pacet adalah sejenis cacing yang anyak terdapat di hutan hujan 
tropis, tempat yang lembab, sungai, danau, rawa dan laut. Di tempat-tempat 
berkemah yang dekat sungai, air terjun, dan jalur pendakian yang lembab, pacet 
mudah ditemukan.

Tubuh pacet terdiri dari bagian-bagian seperti cincin yang dapat mengerut 
maupun mengembang, dengan tubuh berwarna hitam, merah atau berbintik. Bagian 
tubuh pacet peka cahaya, sentuhan, suhu, dan cuaca.

Pacet memiliki alat pengisap berbentuk bulat dikedua ujung tbuhnya. Di 
tengah-tengah alat pengisap bagian depan terdapat mulut dan gigi. Kebanyakan 
pacet hidup sebagai parasit dengan cara mengisap darah atau jaringan tubuh 
binatang lain sebagai makanan. Ada juga yang hidup dengan makan sisa-sisa 
binatang dan tumbuhan.

Pacet menyerang korbannya dengan menggunakan alat pengisap bagian depan, lalu 
melukai dan mengisap darahnya. Pacet pengisap darah menghasilkan suatu cairan 
yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan dan pengeringan darah, sehingga 
mempermudah pengisapan.

Hewan Serbaguna
Redaktur Ahli Tablodi Senior, Sri Haryanto Nugroho, mengungkapkan pengalamannya 
seputar hwan pengisap darah ini saat masih menjabat sebagai asisten bupati di 
Langkat, Sumatera Utara, tahun 1966-1969.

"Pada zaman itu hutan-hutan masih subur. Di mana ada pohon-pohon rimbun dan 
tanah berhumus, pasti di situ akan ditemukan lintah. Lintah mudah ditemukan 
karena sering merambat di pohon," ungkap pengasuh rubrik meditasi ini.

Menurut Sri, pada waktu itu di kalangan masyarakat karo, lintah dipercaya bisa 
menyembuhkan alargi akibat gatal-gatal dan luka berdarah (borok) pada kulit. 
Caranya, tempelkan lintah pada daerah yang luka karena alergi atau borok.

"Lintah yang sudah kenyang mengisap darah akan jatuh dengan sendirinya," 
katanya.

Hal ini mengingatkan pada masa kecil Sri di zaman penjajahan Jepang. 
Menurutnya, pada waktu itu rakyat Indonesia menderita kelaparan. banyak 
diantara mereka yang menderita penyakit. Belum lagi yang terluka karena disiksa 
jepang.

"Nah mereka itu kemudian mencari lintah untuk ditempelkan ke luka, sehari bisa 
sampai dua kali. dalam waktu sebulan, luka tersebut sudah kering," tuturnya.

Kini, berpuluh tahun kemudian, keyakinanya semakin bertambah setelah membaca 
literatur dan sumber lainnya, kenapa lintah bisa mengeringkan luka. Sebab, 
dalam lintah ada unsur tonik sekaligus penisilin.

Selain itu, berdasarkan pengalaman Sri, masyarakat Langkat mempercayai bahwa 
minyak lintah bisa digunakan sebagai obat pemikat (pelet) bagi lawan jenis. 
Namun, ketka ditanya bagaimana caranya, pria yang tinggal di Yogyakarta ini 
tidak bersedia mengungkapkan. "Itu cara black magiz, termasuk ilmu hitam," 
ujarnya mengelak.

Yang jelas, menurut Sri, lintah sangat berguna untuk melancarkan peredaran 
darah, termasuk untuk "kebugaran" organ vital pria. Untuk tujuan itu, goreng 20 
ekor lintah dengan 1/2 (setengah) gelas minyak kelapa. Tunggu hingga 
menggelegak. Setelah dingin, saring. Oleskan minyak tersebut setelah mandi pagi 
dan sore atau satu jam sebelum berhubungan.

Ingin Coba? @Suharso Rahman

Ampuhnya Lintah Rawa
Menurut Suhardi (32), pencari dan penjual lintah yang mangkal di kawasan 
Pancoran, Glodok, Jakarta barat, ada dua jenis lintah hidup. Pertama lintah 
sawah, kedua lintah rawa. Sesuai namanya, hewan bernama latin Hirudo 
medicinalis ini memang ada yang hidup di sawah dan ada yang hidup di rawa-rawa.

"Lintah yang hidup di sawah berwarna cokelat dan berbintik-bintik. Sebaliknya, 
lintah rawa memiliki warna kehijau-hijauan, sedangkan bagian bawah badannya 
cenderung polos tidak berwarna," tutur pria yang sudah menggeluti dunia lintah 
sejak tahun 8-an ini.

Menurut Suhardi, lintah rawa mempunyai khasiat pengobatan. Dengan panjang 
mencapat 25 cm bila sedang mengembang, sedotan litanh bisa mengobati beberapa 
keluhan, seperti asam urat, darah tinggi, bisul atau eksim. Gangguan peredaran 
darah konon juga bisa ditangani dengan lintah rawa. Lintah rawa tesebut 
mengisap darah kotor.

Suhardi mengaku siap membantu bila ada yang tidak berani menempelkan lintah ke 
bagian tubuh yang mengalami pembekuan darah. "Yang perlu diketahui, lintah yang 
sudah ditempelkan di badan tidak boleh sembarangan dicabut. Sebab, bila dicabut 
paksa, justru akan mengucur deras," kata bapak dua anak asal Solo yang mengaku 
sering menggunakan lintah bila mengalami pusing-pusing ini.

Lintah akan terlepas dan jatuh dengan sendirinya bila sudah kenyang mengisap 
darah, untuk kemudian boleh dimatikan. "Caranya, cukup dengan meneteskan 
tambakau yang sudah dicampur air. Hal ini sering dipakai oleh anggota pencinta 
alam untuk melepaskan diri dari lintah bila sedang melintasi rawa," lanjutnya.

Selain lintah hidup, Suhardi juga menjual minyak lintah. Cara pembuatan minyak 
lintah cukup sederhana. Dibutuhkan sekitar lima sampai enam ekor lintah rawa, 
lalu rendam dalam minyak kelapa atau minyak jarak. Tunggu selama 40 hari hingga 
lintah mati dan tubuhnya hancur.

Biasanya Suhardi akan menambahkan rempah-rempah untuk menghilangkan bau amis 
lintah. Sayangnya, ketika diminta menyebutkan jenisnya, Suhardi menolak. 
Alasannya, itu adlaah ramuan rahasianya.

Suhardi mengaku sering menggunakan lintah untuk mengatasi keluhan gangguan 
kesehatan. "Biasanya saya sendiri sering memakai lintah untuk meredakan pusing 
kepala atau masuk angin," ujar pria yang mengaku punya banyak langganan artis 
ibu kota ini.

Banyak orang, menurutnya, membeli minyak lintah untuk mengobati impotensi. Ada 
juga yang ingin menambah besar dan panjang ukuran alat vitalnya.

Beberapa penyakit yang bisa diobati dengan lintah

Darah tinggi/pusing menahun
Tempelkan seekor lintah pada bagian tengkuk belakang atau bagian yang sering 
dirasakan mengeras. Biarkan lintah mengisap 30 menit. Lakukan berulang hingga 
keluhan mereda.

Bisul
Tempelkan seekor lintah pada daerah bisul. Utamakan bisul yang sudah matang dan 
siap pecah. Biarkan lintah mengisap selama kurang lebih 30 menit, atau hingga 
lintah juga dengan sendirinya. Lakukan hingga bisul mengempis atau hilang.

Eksim
Tempelkan seekor lintah pada daerah eksim. Biarkan lintah mengisap selama 
kurang lebih 30 menit atau hingga lintah membesar dan jatuh sendiri. Lakukan 
hingga eksim mengering.

Untuk vitalitas
Rendam 5-6 ekor lintah besar dalam 300 ml hingga kelapa atau minyak jarak. 
Tunggu selama 40 hari hingga lintah hancur dan melembut. Oleskan pada organ 
vital sambil dipijat. Lakukan setiap pagi hari sebelum buang air kecil. Rasakan 
hasilnya setelah satu bulan. Khusus resep ini, bagi yang berminat, Suhardi akan 
memberi penjelasan lebih rinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar